Jumat, 04 Mei 2012

                                 ROMAN


Pengertian Roman Cerita-cerita (fiksi) sering dibedakan atas tiga macam bentuk yakni : Cerita pendek (cerpen), novel, dan roman. Akan tetapi di dalam kesusastraan Amerika umpanya hanya dikenal istilah : cerpen (short story) dan novel. Istilah roman tidak ada.

Yang kita maksud dengan “roman” dalam kesusastraan Amerika adalah juga “novel”. Roman merupakan bentuk kesusastraan yang menggambarkan kronik kehidupan yang lebih luas dari kehidupan manusia. Biasanya dilukiskan mulai dari masa kanak-kanak sampai menjadi dewasa, akhirnya meninggal.

Sebagai contoh misalnya roman “Siti Nurbaya”, “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” ataupun roman “Atheis” karya Akhdiat Kartamiharja. Istilah roman berasal dari kesusastraan Perancis “Romanz” abad ke-12, serta dari ungkapan bahasa Latin yaitu “ lingua romana”, yang dimaksudkan untuk semua karya sastra dari golongan rakyat biasa (Matzkowski,1998:81) bahasa rakyat sehari-hari di negeri Perancis. Kemudian berkembang artinya menjadi cerita-cerita tentang pengalaman-pengalaman kaum ksatria dan cerita-cerita kehidupan yang jenaka, dari pedesaan.

Sekarang pengertian roman telah menyangkut tentang kehidupan manusia pada umumnya. Sebagai karya sastra epik panjang, roman berisi paparan cerita yang panjang yang terdiri dari beberapa bab, antara bab satu dengan yang lain saling berhubungan. Biasanya bercerita tentang suatu tokoh dari lahir sampai mati. Roman ialah bentuk prosa baru yang berupa cerita fiksi yang masuk golongan cerita panjang, yang isinya menceritakan kehidupan seseorang atau beberapa orang yang dihubungkan dengan sifat/jiwa mereka dalam menghadapi lingkungan hidupnya.

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa roman adalah sebuah karya gambaran dunia yang diciptakan oleh pengarangnya, yang di dalamnya menampilkan keseluruhan hidup suatu tokoh beserta permasalahannya, terutama dalam hubungan dengan kehidupan sosialnya.

Unsur Intrinsik dalam Roman
Dalam mengkaji suatu karya sastra, kita tidak akan bisa lepas dari apa yang membangun suatu karya sastra itu sendiri, yaitu unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik.
Unsur intrinsik dalam suatu karya sastra, dalam hal ini adalah roman, yaitu unsur – unsur yang terdapat di dalam karya sastra itu sendiri yang akan ditemukan oleh para pembaca seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, gaya bahasa, sudut pandang, dan latar, sedangkan unsur ekstrinsik sendiri adalah unsur yang mempengaruhi karya sastra namun tidak menjadi bagian di dalamnya biografie pengarang, keadaan politik, dan ekonomi.

Berikut akan dijabarkan unsur – unsur intrinsik yang membangun suatu roman untuk menjadi suatu karya sastra yang utuh. Tema Dalam suatu karya sastra pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui hasil karyanya.
Sesuatu yang berupa gagasan atau ide yang mendasari karya sastra tersebut disebut tema. Definisi “Thematik” (isi pokok pembicaraan/uraian/karangan; Heuken, 1993:505) menunjukkan suatu makna karya sastra yang sesungguhnya yang biasa disebut suatu “arti”, “isi”, “permasalahan”, atau terkadang disebut juga sebagai “keinginan”.
Jenis roman yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah roman pendidikan yang menitikberatkan tema pada perkembangan dari tokoh utama baik secara kejiwaan dan batiniah.

Alur meliputi bahan cerita dari roman, maupun isi cerita dari roman, serta struktur bangunan cerita. Di dalam struktur bangunan cerita dapat dilihat isi cerita yang terangkai dari unsur – unsur cerita. Pada dasarnya sebuah cerita tersusun dari beberapa rangkaian peristiwa. Dan peristiwa itu sendiri dapat diartikan sebagai, “peralihan dari suatu keadaan ke keadaan lain”(Luxemburg dalan Nurgiyantoro, 1995 : 117), sedangkan kaitan antarperistiwa yang menimbulkan sebab akibat disebut alur atau plot. Untuk menghasilkan suatu cerita yang bersifat padu dan utuh diperlukan alur yang memiliki sifat keutuhan dan kepaduan pula.
Menurut Aristoteles, untuk memenuhi kriteria tersebut sebuah alur harus terdiri dari “tahap awal (beginnign), tahap tengah (midle), dan tahap akhir (end)” (Abrams dalam Nurgiyantoro, 1995 : 142)

Pembagian roman Roman digolongkan menjadi : 1. Menurut problem serta tema yang dikemukakan pengarang 2. Menurut corak dan latar belakang penciptaannya 3. Menurut lingkungan masyarakat yang diceritakan 4. Menurut sifat dan mutu karangannya

ad.1. Menurut Problem serta tema :
1.Roman Sosial Roman yang bertemakan kehidupan sosial para pelakunya. Contoh : a. Tak Putus Dirundung Malang oleh Sutan takdir A. b. Kehilangan Mestika oleh Hamidah
2. Roman adat istiadat Roman yang isinya menggambarkan kehidupan manusia yang menderita karena adat. a. Dibawah Lindungan Ka'bah oleh Hamka b. Dian yang Tak Kunjung padam oleh Sutan Takdir A.
3. Roman Sejarah Roman yang mengambil cerita dari peristiwa dalam sejarah a. Hulubalang Raja oleh Nur Sutan I. b. Pahlawan Minahasa oleh Marius Ramis Dayoh
4. Roman Psikologi Roman yang isinya menggambarkan pergolakan jiwa para pelaku dalam menghadapai permasalahan hidupnya. a. Atheis oleh Achdiat kartamihardja b. Katak hendak jadi lembu oleh Nur Sutan I.
5. Roman Perjuangan Roman yang melukiskan perjuangan manusia dalam menghadapi musuh-musuhnya untuk membebaskan diri. a. Dr. haslinda oleh Rivai Marlaut b. Surapati oleh Abdul Muis

ad.2. Menurut corak dan latar belakang penciptaannya
1. Roman bertenden Roman yang isinya mengandung cita-cita/maksud yang ingin dicapai penggubahnya. a. Layar terkembang oleh Sutan Takdir A. b. Andang Taruna oleh Jauhar arifin
2. Roman Detektif Roman yang isinya menceritakan peristiwa penuh dengan kerahasiaan dan menegangkan yang pada akhirnya dapat menemukan sendiri penyelesaiannya. a. Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman s. b. Cincin Stempel oleh Ardi Soma
3. Roman Didaktik Roman yang memberikan pelajaran bagi pembacanya. a. Neraka dunia oleh Nur Sutan I. b. Salah Asuhan oleh abdul Muis

ad.3. Menurut lingkungan masyarakat yang diceritakan
1. Roman anak-anak Roman yang isinya suka duka kehidupan anak-anak. a. Si Jamin dan Si Johan oleh Merari Siregar b. Si Dul Anak Jakarta oleh Aman 2. Roman Remaja Roman yang isinya melukiskan suka duka remaja. a. Pertemuan Jodoh oleh Abdul Muis b. Asmara Jaya oleh Adinegoro
3. Roman Dewasa Roman yang isinya tentang kehidupan orang dewasa. a. Belenggu oleh Armyn Pane b. Atheis oleh Achdiat Kartamihardja

ad.4. Menurut sifat dan mutu karangan
1. Roman bermutu roman yang memiliki nilai sastra tinggi. a. Siti Nurbaya oleh Marah Rusli b. Layar Terkembang oleh Sutan Takdir A.
2. Roman Picisan Roman yang kurang bernilai sastra a. Gadis Empat Zaman oleh Salkha b. Medan di Waktu malam oleh O.M. Taufik Daftar Pustaka


http://herdianwibisono.blogspot.com/2009/06/roman.html 04/02/11 11:01:51 http://sobatbaru.blogspot.com/2010/06/pengertian-roman.html 02/02/11 11:28:52 AM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar